Inilah Candi Terkenal Menjadi Objek Wisata Ternama – Sebelum membahas lebih lanjut mengenai candi di Mojokerto, ada baiknya jika Anda memahami slot thailand terlebih dahulu mengenai pengertian candi itu sendiri. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa tinggi rendahnya peradaban dari suatu bangsa dapat diukur dari benda cagar budaya mereka. Bangsa yang besar dan memiliki peradaban yang tinggi, pasti bisa mengelola dan merawat benda cagar budaya mereka dengan baik. Candi di Mojokerto menjadi bukti bahwa Indonesia sebagai suatu negara memiliki kekayaan cagar budaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, benda cagar budaya tersebut harus dirawat, dijaga, dan dilestarikan dengan baik.
Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu juga merupakan salah satu candi di Mojokerto yang cukup terkenal. Candi ini bangunannya slot depo 10k terbuat dari susunan batu bata merah yang mana candi ini pada masa Kerajaan Majapahit digunakan sebagai sebuah pintu masuk menuju kerajaan tersebut. terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.
Baca Juga : Tempat Wisata yang Menawarkan Keindahan Alam Cicalengka
Candi Jedong
Candi Jedong merupakan candi yang berlokasi di Wotannmasjedong, Ngoro, Mojokerto, jawa Timur. Candi ini juga merupakan salah satu peninggalan kerajaan Majapahit dan menjadi bukti nyata betapa besarnya kerajaan tersebut dimasa lalu. Terdiri dari dua bangunan yaitu, Candi Jedong 1 dan juga Candi Jedong 2, diantara kedua candi ini dihubungkan dengan adanya tembok yang memiliki panjang sekitar 50 meter.
Candi Bangkal
Candi yang terakhir adalah Candi Bangkal. memiliki lokasi di Candiharjo, Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini juga merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Candi ini saat ini berada di tengah-tengah rtp slot komplek persawahan. memiliki panjang sekitar 10 meter, tinggi 10 meter, dan juga lebar bangunan sekitar 6,25 meter.
Candi Tikus
Candi Tikus merupakan salah satu candi dengan bentuk yang indah untuk Anda kunjungi ketika bertandang ke daerah Mojokerto. Candi ini memiliki lokasi di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Trowulan, Mojokerto. Nama tikus sendiri diberikan oleh masyarakat karena dulunya ketika ditemukan, candi ini merupakan sarang dari banyak hewan tikus. Disekliling candi ini terdapat patirtan atau kompleks pemandian yang indah. Walaupun tergolong cukup kecil akan tetapi candi ini tergolong sangat indah untuk dipandang.
Candi Jolotundo
Candi di Mojokerto selanjutnya adalah Candi Jolotundo. Candi ini terletak di kompleks Gunung Penanggungan. Candi ini termasuk salah satu peninggalan yang berupa patirtan.
Sebagai bentuk peninggalan situs patirtan, candi ini juga memiliki sumber air atau mata air yang memiliki kualitas air yang sangat baik dan jernih sekali. Maka dari itu, tidak heran jika banyak sekali masyarakat sekitar candi yang mengambil air di situs Jolotundo ini karena dipercaya airnya memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan dan juga kecantikan tubuh.
Gapura Wringin Lawang
Selanjutnya, candi yang memiliki bentuk seperti gapura. Candi ini diberi julukan Gapura Wringin Lawang. Dulunya, candi ini dipercaya sebagai gerbang atau pintu masuk untuk menuju rumah kediaman Mahapatih terkenal di Majapahit yaitu, Gadjah Mada. Candi ini juga tersusun dari tumpukan batu bata merah yang memiliki luas dasar 13 meter x 11 meter dan memiliki tinggi sekitar 15,5 meter.
Candi Minak Jinggo
Candi Minak Jinggo dapat dikatakan sebagai salah satu candi yang paling unik hal ini dikarenakan candi ini dibangun dengan batu andesit dan bukan dari batu bata bewarna merah. Candi ini memiliki ukiran-ukiran yang penuh dengan makna. Cerita yang ada di dalam candi Minak Jinggo ini merupakan cerita tentang Adipati dari Blambangan yaitu, Minak Jinggo dan juga Damarwulan. Menurut penuturan para sejarawan, candi ini merupakan tempat pemujaan bagi para raja dan juga kerabat dari Kerajaan Majapahit. Candi ini berlokasi di Dusun Unggahan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Candi Brahu
Selanjutnya, candi di Mojokerto salah satunya adalah Candi Brahu. Candi ini berada dalam satu kompleks dengan kawasan situs Trowulan yang merupakan bekas dari Ibu Kota Kerajaan Majapahit. Candi ini memiliki corak agama Budha. Pada saat ekskavasi Candi Brahu ini juga ditemukan beberapa macam benda kuno yang berupa logam, alat upacara, dan benda lain yang terbuat dari emas dan juga arca-arca kuno.